Oleh: sekedarjingga | Juni 23, 2009

Begitu Saja

anak-anak itu “tercemari” begitu saja

Segala impian ortang dewasa terekam di hati

dan fikir mereka

yang belum mengerti apa-apa

Anak-anak itu

“tercemari” begitu saja

dan orang dewasa tertawa oleh tingkah mereka

tanpa sadar

anak mereka memegang mainan senjata

anak-anak itu

“tercemari” begitu saja

terjebak oleh media massa

dan orangtua yang merasa disitulah kehebatannya

dan anak-anak itu “tercemari” begitu saja

impian mereka

memegang senjata bagai bintang film laga

atau tokoh hero WWF Smack Down di layar kaca

cita-cita mereka

mennjadi pembalap tingkat dunia

Bukan mengaji atau  membaca

mereka kemudian sibuk

memperlihatkan itu semua

Bukan apa-apa

hanya untuk menyenangkan orang dewasa

yang kemudian ikut tertawa seperti mereka.

Nb: puisi ini sebenarnya dibuat ketika empatik pertama FLP Jogja.. sebenarnya tidak pernah berniat untuk publish akan tetapi peristiwa tadi siang membuat aq mengambil keputusan menulis ini disini. Sebuah infotaiment di sebuah televisi swasta, hostnya bertanya kepada seorang raising star cilik berusia 6 tahun “apakah sudah punya pacar ?” dan ” kalau pacar ngapain aja ?”… dan artis cilik itu berkata sudah lalu bercerita tentang “pacarannya” lalu sampai pada statement ” kalau dia pergi dengan cowok lain , kuputusin dia “. Naudzubillah…

Saya tidak tahu sapa yang harus dipertanyakan tentang “pertanyaan yang tidak pada tempatnya ini” (kalau pemakaian “pertanyaan bodoh” terasa tidak sopan).

Ah… Mungkin media massa sudah begitu jaunya mempengaruhi manusia. Anak kecil saja sudah tau tentang pacaran sampai pada masalah perselingkuhan. Padahal menurut teori perkembangan, identifikasi gender baru terjadi ketika manusia mencapai masa puberitas. Mungkin saat ini teori ini tidak berlaku lagi.. buktinya raising star cilik tadi.

Mmm.. kali ini saatnya orang tua beraksi..

Mulailah melihat dan memilih tayangan untuk anak-anak. Selektif memilih, karena walau saat ini banyak film yang berartiskan anak-anak maupun kartun , tidak semuanya mampu mendidik bahkan pantas ditoton anak-anak. Mari perhatikan lagi dan didik anak-anak menjadi penerus yang lebih baik… jadikan mereka memiliki keberanian Umar, Kepintaran Ali, Kecerdasan Aisyah dan Keteladan Rendah Hati Fatimah…

Oleh: sekedarjingga | Juni 23, 2009

Puisi lama yang terlupakan 2

Berlalulah waktu

biarkan anganku ikut bersamamu

asaku memang patah dan kau pun salah satu penyebabnya,  Sayang

Tapi tak apa

telah kuprediksi sejak lama

hanya sebuah besi rongsokan tua yang berusaha menjadi sepotong emas berharga

Diamlah ujarku…

Kau membangunkanku dari tidur nyenyak

dengan tangis tanpa harapanmu

Masih ada hari esok, pikirku..

walau tidak seindah hari lalu

tapi ku akan membuat lebih bahagia hari nan baru

dan waktu bergulir bersamaku..

Nb: puisi ini kayaknya dibuat ketika tidak lulus putaran ke 2 mahasiswa berprestasi karena kelewat jam wawancara…T_T

Oleh: sekedarjingga | Juni 23, 2009

Puisi-puisi lama yang dibuat lalu terlupakan

Malam

Jiwaku terbentang dalam kesunyian dan kegelapan malam

ada apa ?

Jangan bertanya

pertanyaan sama..basi..

selalu kudengar

lalu kenapa

maka ku kan menjawab sama setiap kalinya

aku pun tidak tau ternyata

jiwaku bertemu cahaya bulan dalam pekat malam

namun ia merasa nyaman

Nb : ah… aku bahkan tidak tahu maksud puisinya apa… biasanya dibawah puisi selalu ada note tapi untuk puisi ini tidak

Oleh: sekedarjingga | Februari 12, 2009

Baru saja,,,

Baru saja aku berkata Allah aku lelah

Baru saja aku berkata Allah aku letih

Baru saja aku berkata Allah aku ingin menyerah

baru saja aku berkata Allah aku tidak mampu

Baru saja..

dan lihatlah Allah mengangkat bebanku..
dengan lembut Ia mengusap air mataku…

dan menyadarkanku..

“belum lelah” Dia berkata

“belum letih, belum jatuh” Dia berseru

Semua yang diberikan kepada hambaNya tidak akan lebih dari yang bisa ditanggung hambaNya…

dan aku mengerti.. memang bukan tangannya yang mengusap air mata ini, tapi Ia yang menuliskan bahwa
ketika ku mengusap air mata ku ini banyak hikmah yang kudapatkan..

dari mulai jari pertama yang menghapus air mata itu dampai sapuan terakhirnya.

menyadarkan…

aku hanya sedang terbawa pada cinta akan dunia..

Ia menenangkanku..

Ia menyatakan istirahat sejenak,,,

Ia mengangkatkan jiwa ini, dari lepas maghrib, dan Ia kembalikan ke bumi ketika adzan isya berkumandang…

Oleh: sekedarjingga | Februari 10, 2009

Kesulitan ini (sebuah renungan)

Hari ini saya mengetahui bahwa makalah yang saya buat untuk seleksi sebuah pelatihan harus direvisi untuk kedua kali.. Allahuakbar… ntahlah saya sudah tidak tahu harus membuat apa lagi, perasaan saya sudah membaca banyak buku untuk membuat makalah itu, 5 buku tebal saya”lahap: dalam waktu 4 hari.

Ingin menangis…Allah saya harus bagaimana ?. lalu bukannya mencari referensi untuk makalah tersebut saya malah membaca buku lain, yang baru saya beli.

Subhanallah betapa kemudian Allah menjawab permohonan saya dengan begitu cepat. Buku yang saya baca kemudian sampai pada sebuah artikel tentang kesulitan..

Allah berkata..
sesungguhnya bersama kesukaran ada kemudahan. sungguh bersama kesukaran ada kemudahan.

Kesukaran beriringan dengan kemudahan..dinyatakan 2 kali.. betapa Allah menyayangi umatNya,,

Kesulitan vs kemudahan dua hal yang berbeda dalam satu ayat,,, dua hal yang berbeda akan datang dalam waktu yang bersamaan…

lalu aku berfikir,,,, mungkin aku terlalu sibuk untuk melihat ke dalam kesulitan tanpa berusaha melihat kemudahan dibaliknya..

mungkin susah , untuk mencari kemudahannya, karen mengubah pandangan tidak sebegitu mudahnya… namun aku akan berusaha..
Tentang makalah… iya ketika ku membuat judul makalahnya , aku dengan mudah menjalankan alurnya,, mendapatkan referensinya,, sekarang tinggal mencari cara menyampaikan apa yang aku buat kepada pengujinya melalui lisan… semoga Allah memudahkan…

bukankah kesulitan, kesukaran dan salit yang dialami seorang muslim.. akan meluruhkan dosanya..

maka ku akan tabah,,
melihat kemudahan yang datang dari kesulitan
berfikir positif akan segala hal..

bagaimana ingin mencobanya bersamaku ???

Oleh: sekedarjingga | Desember 31, 2008

Palestina

SEPETAK CERITA DARI PALESTINA
(vharianda)

Dan batu itu berbicara
terlempar dari tangan kecil
yang dahulunya
gempal merah muda

dibelakangnya
tak jauh dari rumah mereka yang porak poranda
sang kakak
dengan umur yang selisih 2 angka
waspada memegang senjata

ini bukan perjuangan
karena rumah kita adinda
mata elang sang kakak berkata
yang terujam tajam pada tank baja
didepan mereka

Juga bukan tentang
ayahnda yang sekarang entah dimana
dipenjara,
atau malah terkubur massal disalah satu sudut kota
ibunda yang tiada
keluarga yang kemudian
Lenyap sirna

Ini tentang negara
Ini tentang agama
ini tentang menjemput surga
dan bertemu dengan semua yang telah diambil dari kita

kemudian sang kakak
mengamit tangan kurus kecil sang adinda
berjalan tegak ke arah tank baja

lalu
semua
gelap
tak kentara

“untuk palestina tercinta, tempat indah menjemput surga”
donasi for Palestina..cukup 10 ribu saja..

Oleh: sekedarjingga | Desember 8, 2008

Kemudian semuanya berlalu begitu saja…

Pernah merasa bahwa hal yang kita lakukan saat ini sangat mengurung, mengekang dan menghimpit kita dalam pesatnya gelombang waktu ?

tugas menumpuk,

presentasi menjelang,

amanah berebut meminta waktu,

perguliran ilmu diam, namun melaju dengan pesat,

kemudian kita terpaku disini,, apa yang harus ku perbuat. begitu sedikit waktu, tapi terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

kemudian kita tertidur, secara jasadiyah, fikriyah, bahkan ruhiyah (astaghfirullah)…

 

Ingin menangis, namun ego mengatakan sudah terlalu besar untuk menagis,, ingin bicara dengan orangtua, bilangan umur menyatakan kamu sudah dewasa,,

kemudian mengadu, Allah aku  harus bagaimana?

Kemudian tiba-tiba tanpa terasa semuanya selesai, tugas terkumpul, presentasi berjalan,, amanah terselesaikan..

kosong hilang,,,,tanpa pelajaran..

Kemudian mari kukenalkan dengan kata sabar..

ketika semua menghimpit kata ini akan mengajari banyak hal,

dikala tugas menumpuk, kata ini akan mengajak  ” mari kita kerjakan satu demi satu sebaik mungkin!”,

dikala presentasi menjelang dia akan berkata ” ayo..dahulukan yang mana ? baca dengan tenang dan hati-hati,,, tenanglah karena aku akan menemanimu mengarungi waktu”

dikala amanah berebut meminta waktu, dia akan menyeru ” akan ada waktu, untuk itu semua,,”  waktu pun akan mengalah kepadanya.

 

Lalu kuperkenalkan kalian semua pada kata Ikhlas..

yang kemudian disetiap jejak   langkah penuh kesabaran yang kita tebarkan pada tanah, akan tubuh bunga-bunga hikmah pembelajaran. Dan semua berakhir bukan dengan rasa kosong namun siap melanjutkan tantangan berikutnya yang akan menghadang,

buat apa keluh, hanya menambah peluh

buat apa kesah, hanya memperpanjang masalah..

maka bersabarlah

lau ikhlaslah…

Oleh: sekedarjingga | Oktober 19, 2008

Sekedar jingga

 

Dimana dunia nyata dan khayal kubatasi hanya dengan kaca, hingga khayalan dapat terbang tinggi tapi masih mampu melihat bumi dan rasionalitas bisa menjalani hari tapi mampu bermimpi

Kategori